
Cinta tak mengenal waktu maupun kasta.
Inilah kisah sang gadis jelita yang telah membuat Sultan Jahangir jatuh hati, di negeri tempat Taj Mahal kelak dibangun.
- Indu Sundaresan -
Jauh sebelum Taj Mahal dibangun di negeri HIndustan, terlukis kisah cinta abadi abad ke -17 yang tak kalah indahnya. Seorang gadis persia bermata biru bernama Mehrunnisa telah mendapatkan hati Pangeran Salim. Tetapi Sultan Akbar, ayah Salim telah lebih dahulu memerintahkan agar Mehrunnisa dinikahkan dengan Ali Quli, seorang prajurit yang berjasa bagi negeri.
Tak punya kuasa menolak, Mehrunnisa pun menjalani takdirnya dengan tegar. Ketika dia tak kunjung menimang seorang bayi, hatinya kian hancur, harga dirinya sebagai perempuan dipertaruhkan, dan suaminyapun mulai berselingkuh.
Tigabelas tahun setelah pernikahan itu, ketika Pangeran Salim telah diangkat sebagai Sultan Jahangir, mereka kembali bertemu pandang di sebuah pesta pertunangan. Untuk kali pertama kali Sang Sultan ingin memilih sendiri siapa yang ingin dia nikahi. Tetapi Sang Permaisuri, Jagat Gosini, terbakar cemburu.
Dia bertekad, Mehrunnisa tak akan bisa menginjakkan kaki di hareem Sang Sultan.
Hmmmm...... inilah sepenggal kilasan dari isi buku dengan judul Mehrunnisa , the Twentieth Wife yang dikarang oleh Indu Sundaresan. Novel yang menceritakan tentang kisah seorang wanita yang dalam hatinya tidak mau dikalahkan oleh pria, yang ingin suaranya didengar oleh dunia. Bapanya (bapak) sering mendengarkan pendapat dan menceritakan semua hal yang baru kepadanya, yang tidak pernah Bapanya lakukan kepada Maji nya (ibunya). Kisah cintanya dengan sultan Jahangir merupakan cinta pertamanya, sejak umur 12tahun. Disa telah jatuh cinta kepada Jahangir sejak pertama kali melihatnya. Dan didalam hatinya dia bertekad ingin menjadi Permaisuri Jahangir.
Dan di akhir buku ini dia telah mendapatkannya, mendapatkan cinta sejati dia selama berbelas2 tahun, dan dia juga bisa mengeluarkan pendapatnya sama seperti dia berbicara dengan Bapanya.
Dan nanti di buku keduanya , yang akan menceritakan bagaimana dia memimpin India....
Selanjutnya, aku akan bahas lagi ya...
Pokoknya Novel ini bener-bener membahas dan kita bisa mengerti adat istiadat India dan Persia.
kirain semua cerianya ditulis lengkap satu novel Jo,,
BalasHapushehehehehhe